Dark/Light Mode

1.620 Relawan Sudah Disuntik

Vaksin Sinovac Tidak Ada Efek Samping Berat

Senin, 19 Oktober 2020 07:50 WIB
Ilustrasi vaksin Sinovac. (Foto: EPA)
Ilustrasi vaksin Sinovac. (Foto: EPA)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 1.620 relawan telah tuntas mendapatkan suntikan pertama vaksin Covid-19 buatan Sinovac, China. Vaksinasi ini dilakukan dalam beberapa sesi uji klinis fase tiga di Bandung, Jawa Barat (Jabar).

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir mengatakan, pengadaan vaksin Covid-19 untuk Indonesia, telah ditetapkan pemerintah. Yaitu 170 juta jiwa, atau sekitar 60 persen dari total jumlah penduduk Indonesia.

Berita Terkait : Perang Total Lawan Covid

Dengan begitu, Indonesia memerlukan vaksin Covid-19 sebanyak 340 juta dosis dalam waktu setahun. “Ini program besar. Harus dikelola dengan baik, sejak awal mulai uji klinis fase tiga, produksi, hingga distribusi dari Bio Farma. Mulai tingkat provinsi sampai puskesmas. termasuk tenaga kesehatan yang memberikan vaksin Covid-19 kepada masyarakat,” kata Honesti, di Bandung, kemarin.

Karena itu, kata mantan Direktur Keuangan Pt Telkom ini, program vaksinasi Covid-19 harus dikawal sebaik mungkin oleh seluruh pemangku kepen tingan. Sehingga sesuai prosedur. Agar nanti masyarakat yakin, vaksin Covid-19 yang akan diberikan kepada mereka sudah sesuai peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM), yang akhirnya bisa menghentikan penyebaran virus Covid-19.

Berita Terkait : Masyarakat Happy, Doni Monardo Resmikan RS Covid-19 Di Biak

Beberapa waktu lalu, aku Honesti, pihaknya dan Badan POM melakukan inspeksi ke beberapa site uji klinis fase tiga vaksin tersebut di Bandung.
 Selanjutnya