Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Taliban Rebut Makin Banyak Wilayah
Pengungsi Afghanistan Bakal Banjiri Indonesia..
Senin, 16 Agustus 2021 05:20 WIB
Sebelumnya
Dan sejak AS mengumumkan akan menarik pasukannya dari Afghanistan, Taliban terus memperluas wilayah kontrolnya. Bangkitnya Taliban, bisa berdampak pada perdamaian dan konflik di Afghanistan. Yang akhirnya juga berdampak pada keamanan di kawasan.
Hal itu, lanjut Sugeng, akan mempengaruhi berbagai kepentingan negara besar yang ada di kawasan. Khususnya China dan Rusia. Pasalnya, Taliban memerlukan legitimasi internasional. Sementara China, memiliki kepentingan keamanan dan ekonomi.
Baca juga : Tidur Di Pinggir Jalan, Stok Makanan Habis, Please Help
“Para pemimpin Taliban juga sudah diundang untuk datang ke China serta disambut Menteri Luar Negeri China, Wang Yi,” terang Sugeng.
Dia menilai, kepentingan China terhadap Taliban lebih pada masalah keamanan. Karena dalam beberapa tahun terakhir, kelompok Uighur selalu dilatih dan dilindungi Taliban. Sehingga bebas bertempur di wilayah Afghanistan. Dan juga beberapa kali melakukan serangan terhadap China.
Baca juga : Taliban Kian Menggila, Trump Semprot Biden
Terjalinnya hubungan dengan China, Taliban memastikan bahwa kelompok manapun tidak boleh menjadikan Afghanistan sebagai basis perlawanan terhadap China. Sebaliknya, Beijing mendukung kesatuan wilayah Afghanistan. Dan, diharapkan China, seluruh pihak bersatu memajukan Afghanistan.
“China berharap seluruh pemulihan kehidupan seluruh warga akan ditentukan Afghanistan sendiri tanpa campur tangan asing,” imbuh Sugeng.
Baca juga : Srikandi BUMN Ajak Milenial Bangun Perekonomian Indonesia
Dalam pandangannya, hubungan antara Taliban dengan China merupakan hubungan timbal balik. “Menurut China, kelompok ini merupakan kekuatan penting untuk pembangunan politik dan perdamaian di Afghanistan,” ujarnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya