Dark/Light Mode

Baru Bebas, Keponakan Abu Bakar Baasyir Tutup Usia

Minggu, 24 Februari 2019 12:40 WIB
Noeim Baasyir, keponakan Baasyir yang meninggal dunia akibat penyakit jantung, Sabtu (23/2). Noeim yang juga napi kasus terorisme bebas murni dari LP Kelas II B Tulungagung, Jawa Timur, 19 Februari lalu. (Foto: Antara)
Noeim Baasyir, keponakan Baasyir yang meninggal dunia akibat penyakit jantung, Sabtu (23/2). Noeim yang juga napi kasus terorisme bebas murni dari LP Kelas II B Tulungagung, Jawa Timur, 19 Februari lalu. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Mantan narapidana kasus terorisme sekaligus keponakan Abu Bakar Ba'asyir, Noeim Ba'asyir meninggal dunia di RSU Islam Kustati, Solo, Sabtu (23/2) pukul 21.00 WIB karena penyakit jantung. Noeim diketahui baru saja bebas murni dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tulungagung, Jakarta Timur pada 19 Februari lalu.

Menurut informasi dari adik kandung Noeim yang bernama Muhammad Fauzi, pria berusia 45 tahun itu merasakan sesak napas ketika akan pergi ke acara pernikahan temannya. 

Berita Terkait : Baasyir Bebas, Polisi Malaysia Waspada

"Kakak saya itu memang punya riwayat sakit asma. Saat ditangani oleh tim dokter rumah sakit, dia tidak sadarkan diri," kata Muhammad dikutip dari Antara. 

Jenazah Noeim Ba'asyir dimakamkan di TPU Polokarto di Sukoharjo, Minggu (24/2). Jenazah diberangkatkan dari rumah duka di Jalan Kenong, Kelurahan Joyotakan RT 03 RW 04, Serengan, Solo, sekitar pukul 09.00 WIB.

Berita Terkait : Mahfud-Yusril Ledek-ledekan

Noeim bebas murni dari LP Tulungagung pada 19 Februari 2019 lalu. Ia divonis 6 tahun penjara sejak 2014, dan mendapat remisi total selama 3 bulan. Noeim  tercatat 3 kali pindah penjara. Mulanya, ia ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pamekasan, Madura usai divonis Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada 26 Mei 2014. Setelah itu, ia pindah ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Tulungagung. 

"Saya mau ngurus keluarga," kata Noeim Baasyir saat ditanya soal rencananya setelah keluar penjara. Namun, ia tak mau menjawab secara gamblang soal komitmennya pada NKRI. "Saya orang Indonesia," begitu katanya. [HES/ant]