Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Kasus Harian Melonjak 300 Persen
Ngeri, Warga Ibu Kota Anggap Remeh Corona
Senin, 14 Juni 2021 06:50 WIB
Sebelumnya
“Turun langsung, ajak dan gerakkan semua elemen masyarakat. Satu-satunya cara untuk menghentikan penularan adalah perilaku,” imbau Pandu.
Dia menyayangkan, kini masyarakat mulai merasa tak ada pandemi Covid-19. Padahal, varian baru terus bermunculan. Ada 10 varian baru yang telah diberi nama World Health Organization (WHO). Jenis baru ini lebih ganas, lebih mudah menular, dan kemungkinan lebih meningkatkan kematian.
Baca juga : Ngarep Covid Segera Berakhir, Warga India Bangun Kuil Dewi Corona
Dampak Mudik
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengakui, warga mulai abai menerapkan Prokes pencegahan Covid-19.
Baca juga : Kasus Harian Masih Di Atas 5.000, Malaysia Perpanjang Lockdown Hingga 28 Juni
“Sebagian masyarakat mulai kurang kontrol dan abai. Mulai tidak hati-hati lagi. Mungkin karena capek sudah setahun lebih,” ujar Riza.
Kenaikan kasus Covid-19, lanjutnya, juga disebabkan dampak libur Lebaran pertengahan Mei lalu. Imbasnya bermunculan klaster komunitas di lingkungan warga yang baru pulang mudik dan acara halal bi halal.
Baca juga : Ngeri, RS Rujukan Mulai Penuh Lagi
Riza meminta masyarakat tetap taat Prokes kapanpun dan di manapun.
“Kami tidak segan menindak siapa saja apakah pasar mall, kafe, restoran, pabrik dan yang melanggar Prokes,” tegasnya. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya