Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Gerak Cepat, Waskita Karya Salurkan Ribuan Bantuan Untuk Korban Gempa NTT
- Juventus Menang Tipis di Pekan Pertama Serie A 2026/27
- Ibrahima Konate Ingin Buktikan Diri Di Real Madrid
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Sebelumnya
“Yang tidur nyenyak selimutan juga banyak, biar dikata zero case Omicron,” kata @nico_octario.
“Iya, ini yang ketahuan. Yang nggak ketahuan? Mana banyak yang mulai malas protokol kesehatan (prokes). Alasannya sudah vaksin,” ujar @iin_cute45.
Baca juga : Asproksi Dukung Pemerintah Hadapi Omicron Melalui Alkes Berkualitas
Akun @ygdt bersyukur di daerahnya belum ada laporan kasus Omicron. Sampai hari ini (kemarin) Yogya belum ada laporan kasus Omicron.
Namun, @slistyarini pesimis Yogya belum ada kasus Omicron. “Secara mobilitas orang ke luar masuk Yogya dari luar kota tinggi sekali. Baiknya tetap waspada sih,” katanya.
Baca juga : RS Kewalahan, Sekolah Tatap Muka Tunda Lagi
Akun @fovdew yakin, Omicron sudah menyebar ke seluruh Indonesia. Kalau hari ini belum ketahuan, itu karena testingnya yang sangat minim. Sejak Delta turun dan Indonesia masuk masa tenang, masyarakat dan Pemda menganggap Covid-19 sudah tidak ada lagi, masyarakat sudah kebal. “Lihat saja mobilitas meningkat. Sedih lihat Indonesia,” tuturnya.
Akun @pradnya.anindita mendesak Pemerintah segera mengevaluasi kembali kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Soalnya, penyebaran Omicron sudah semakin luas. “Mbok ya PTM 100 persen dievaluasi lagi,” sarannya.
Baca juga : Cegah Penularan Omicron, Jemaah Umrah Diminta Taat Prokes
“Ngeri, ketika di negara lain mulai lockdown. Di Indonesia malah dibebasceriakan begini. Nggak apa-apa anak-anak telat sekolah atau belajarnya, yang penting sehat dan selamat,” kata @jehizkya_uphik_beatty.
Akun @dhyaulhaqmutaqie mengatakan, semakin banyaknya daerah yang terpapar Covid-19 varian Omicron akan berdampak pada kegiatan masyarakat. Dia mengingatkan masyarakat bersiap-siap kembali pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ketat. [ASI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya