Dewan Pers

Dark/Light Mode

Jelang Mudik, BIN Gencarkan Vaksinasi Dari Siang Sampai Malam

Corona Hilang Mudik Tenang

Jumat, 8 April 2022 06:55 WIB
Kepala BIN Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan. (Foto: Istimewa)
Kepala BIN Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lebaran tahun ini akan terasa lebih meriah. Karena selain Corona mulai melemah, masyarakat boleh mudik dengan syarat tetap jaga prokes, juga sudah divaksin lengkap dan booster.

Setelah dua Lebaran tidak boleh mudik karena pembatasan pandemi Covid-19, tahun ini Pemerintah mempersilakan masyarakat bepergian merayakan Idul Fitri ke kampung halaman, tapi tetap dengan syarat ketat: telah mendapatkan vaksin hingga dosis booster dan tetap menjalankan prosedur kesehatan. Lebaran awal Mei nanti bisa dibayangkan akan  berlangsung sangat meriah.

Berita Terkait : Vaksin Booster Laris Manis

Presiden Joko Widodo sendiri yang mengumumkan hari libur nasional dan cuti bersama yang akan berlangsung sejak 29 April hingga 6 Mei 2022. “Cuti bersama ini dapat digunakan untuk bersilaturahmi dengan orang tua, dengan keluarga dan handai tolan di kampung halaman. Namun, perlu tetap saya tegaskan bahwa pandemi belum sepenuhnya selesai,” kata Jokowi dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (6/4).

Arus mudik tentu berarti mobilitas dan interaksi sosial yang tinggi. Menurut Presiden, diperkirakan jumlah pemudik tahun ini mencapai 85 juta orang. 53 persen di antaranya menggunakan transportasi umum, 47 persen membawa kendaraan pribadi.

Berita Terkait : Kementan Pastikan Pasokan Daging Sapi, Ayam Dan Telur Di Bandung Aman

Mobilitas dan interaksi sosial yang tinggi berarti risiko penularan Covid-19 yang juga tinggi. Karena itulah, Presiden menginstruksikan percepatan vaksinasi di samping disiplin protokol kesehatan. Ini menjadi persyaratan bagi mereka yang ingin mudik. “Bersegeralah melengkapi dengan vaksin booster, harus tetap menjalankan protokol kesehatan secara disiplin dan harus selalu bermasker pada saat di tempat umum atau dalam kerumunan,” ujarnya.

Menindaklanjuti instruksi ini, Badan Intelijen Negara (BIN) – sebagai salah satu lembaga yang ditugaskan mempercepat vaksinasi – melanjutkan keberhasilannya melancarkan vaksinasi door to door (jemput bola) dengan program Safari Vaksinasi Malam Hari.

Berita Terkait : Kepala BPIP Kenalkan Salam Pancasila Di Sumenep

Menurut Kepala BIN (Kabin) Jend Pol (Purn) Budi Gunawan, program ini hasil penyesuaian dengan pola kegiatan masyarakat selama bulan puasa. “Prinsipnya sama, kita jemput bola. Karena pada bulan Ramadan masyarakat banyak keluar pada malam hari, maka tim vaksinasi BIN di semua daerah kita arahkan menggelar vaksinasi di malam hari,” papar Kabin, sang penggagas strategi vaksinasi jemput bola (door to door) ini.

Hasilnya, luar biasa! “Laporan dari berbagai daerah menunjukkan capaian yang sangat menggembirakan. Bulan puasa terbukti tidak menghalangi kegiatan vaksinasi. Bahkan sebaliknya, malam Ramadan semakin bermakna karena setelah Tarawih masyarakat bisa mendapatkan layanan vaksinasi,” lanjut Budi Gunawan.
 Selanjutnya