Dark/Light Mode

DKI Terapin PSBB Total, Kota Bekasi Belum Mau Niru

Kamis, 10 September 2020 16:35 WIB
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. (Istimewa)
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. (Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi belum mau niru/ mengambil sikap yang sama dengan keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan soal penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menyatakan, setiap daerah punya cara penanganan Covid-19 sendiri.

Baca Juga : Shandy Aulia Ngaku Pernah Jalani Dua Agama

"Tentunya tidak sama dengan DKI Jakarta. Setiap daerah punya cara penanganannya masing-masing," ungkap Pepen, panggilan akrab Rahmat Effendu, di Markas Polres Metro Bekasi Kota, Bekasi, Kamis (10/9).

Pepen menyebut, tiap daerah punya kelengkapan dan fasilitas penunjang Covid-19 masing-masing. Dari mulai tenaga medis, infrastruktur serta sarana dan prasarana kesehatan. 

Baca Juga : Kembali Berlakukan PSBB Ketat, Anies Rapat dengan Kepala Daerah Penyangga

"Kelengkapan forum koordinasi pimpinan daerah serta kelengkapan organisasi masyarakat juga berbeda. Saat ini Pemkot Bekasi melakukan seperti tes cepat, tes usap dan juga pemberlakuan RW siaga. Di DKI, kan tidak menetapkan RW siaga, tapi pakai istilah karantina wilayah terbatas," terangnya.

Pepen mengakui, sore ini ia akan menggelar rapat teleconference dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Anies, dan kepala daerah penyangga Ibu Kota Jakarta lainnya.

Baca Juga : November 2022, Jakarta Tuan Rumah Kongres Penerbit Internasional

"Kami akan merumuskan. Senin baru akan dirapatkan kebijakan-kebijakan selanjutnya terhadap penanganan Covid-19 mengantisipasi perkembangan yang terjadi di Ibu Kota Jakarta," tambah Pepen.

Diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhirnya menarik rem darurat dengan menerapkan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat. Penerapan PSBB seperti awal pandemi Covid-19 akan dimulai Senin 14 September 2020. [FAQ]