Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Gerak Cepat, Waskita Karya Salurkan Ribuan Bantuan Untuk Korban Gempa NTT
- Juventus Menang Tipis di Pekan Pertama Serie A 2026/27
- Ibrahima Konate Ingin Buktikan Diri Di Real Madrid
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Sebelumnya
Terkait hal ini, Direktur Jaringan Moderasi Indonesia Islah Bahrawi menilai, umat Islam acap latah dalam menyikapi isu-isu seperti itu.
Menurutnya, lebih baik menganalisis sebuah permasalahan terlebih dahulu, sebelum bersikap.
Baca juga : Hati-hati, Isu Boikot Produk Prancis Ditunggangi Buzzer
"Reaksi umat Islam seringkali terjadi karena latah. Ketika sebuah isu meletup dan bergesekan dengan agama, semua orang kadang segera menutup mata. Tanpa pernah menganalisis kejadian sebenarnya. Inilah mengapa militansi umat Islam seringkali dijadikan alat bentur, untuk pertempuran orang lain," tutur Islah.
Sementara itu, Senior Investigator Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) Arnold Sihombing memperingatkan, seruan boikot produk sebuah negara bisa menimbulkan persaingan usaha yang tidak sehat.
Baca juga : Indonesia, Nggak Ikutan ?
"Akan ada pelaku usaha yang mengambil keuntungan, dengan menyerang produk saingannya," jelas Arnold.
Hal serupa juga diungkap pengamat dan aktivis sosial media Wicaksono.
Baca juga : Di Balik Gerakan Boikot Produk Prancis Di Negara-Negara Muslim
Pemilik akun Twitter @ndorokakung ini menyatakan, upaya ‘riding the wave’ alias menunggangi isu untuk mencari keuntungan komersial, kerap ditemukan di jagat sosial media Indonesia.
Melalui cuitannya pada Rabu (27/10), Wicaksono mengunggah tangkapan layar yang berisi percakapan, untuk mencari buzzer di media sosial untuk menggaungkan aksi boikot.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya