Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bicara Negara Gagal

Ibas Bikin Panas

Kamis, 8 Juli 2021 07:40 WIB
Ketua Fraksi Demokrat DPR, Edhie Baskoro Yudhoyono. (Foto: Istimewa)
Ketua Fraksi Demokrat DPR, Edhie Baskoro Yudhoyono. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Fraksi Demokrat DPR, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas, jadi sorotan warga dunia maya, juga dunia nyata, kemarin. Pemicunya, saat mengomentari soal penanganan Covid-19, Ibas menyelipkan kalimat “failed nation” atau “negara gagal”.

Omongan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat itu, dikemas dalam bentuk poster yang diunggah Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Imelda Sari di akun Twitter miliknya, @isari68, Selasa (6/7) lalu. Kemarin, pernyataan lengkap Ibas soal itu, dikirim ke wartawan dalam bentuk press rilis.

Dalam keterangannya itu, Ibas mempertanyakan, kapan Indonesia akan bebas Corona. Menurut dia, saat ini, virus asal Wuhan China itu, malah makin ganas.

Berita Terkait : Dilarang Makan Di Warung, Ganjar Habiskan Ransum Bikinan Istri Di Parkiran

“Covid-19 makin mengganas. Keluarga, sahabat dan di lingkungan kita, banyak yang terpapar, bahkan meninggal dunia. Sampai kapan bangsa kita akan terus begini?” tanya Ibas.

Anak bungsu Presiden RI Keenam, Susilo Bambang Yudhoyono ini mengingatkan pemerintah untuk menyelamatkan nyawa masyarakat dari Corona. “Jangan sampai negara kita disebut sebagai ‘failed nation’ akibat ketidakmampuan negara selamatkan rakyatnya,” warning-nya.

Ibas juga bicara soal banyaknya warga yang sudah divaksinasi, tapi tetap terpapar virus Corona. Dia berharap pemerintah tak ragu menghadirkan vaksin yang mumpuni menangkal Corona. “Penanganan Covid-19 sudah memasuki tahun kedua, pemerintah terlihat tak berdaya, antisipasi pun lemah,” sebutnya.

Berita Terkait : Tindak Tegas Kepala Daerah Yang Abaikan PPKM Darurat

Ibas juga menyoroti soal ketersediaan tabung oksigen. Pemerintah, tegas Ibas, seolah-olah gagal dalam menangani virus yang telah merenggut ribuan nyawa rakyat Indonesia itu.

“Bagaimana mungkin tabung oksigen disumbangkan ke negara lain, sementara di saat rakyat sendiri membutuhkan, barangnya susah didapat,” tukasnya.

Bagaimana tanggapan Istana soal kritikan Ibas tersebut? Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin mengatakan, negara tidak punya waktu lagi untuk menggubris komentar yang dirasa bisa mengganggu konsentrasi penanganan Corona.

Berita Terkait : Dari Grobogan, Cabe Lokal Tembus Pasar Dunia

Menurut dia, saat ini pemerintah tengah fokus dan bekerja semaksimal mungkin menurunkan angka penularan Corona dengan menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.
 Selanjutnya