Dark/Light Mode

Cegah Kasus Corona Naik Saat Libur Nataru

Pemerintah Tegas Dong, Kalau Cuma Imbauan Nggak Dituruti

Kamis, 11 November 2021 06:20 WIB
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito. (Foto: Marji-Medcom).
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito. (Foto: Marji-Medcom).

 Sebelumnya 
Akun @denny_sauya mengingatkan netizen pengalaman sebelumnya. Kata dia, tahun lalu, libur Nataru menjadi penyebab meningkatnya Covid-19.

“Semua kepala daerah harus melakukan antisipasi atas kondisi ini,” ujarnya.

Serupa dikatakan @dewikecebong. Dia bilang, Januari 2021 kasus Covid-19 meningkat akibat libur dan banyaknya acara kerumunan di mana-mana. “Untuk libur Natal dan Tahun Baru nanti kita harus belajar dari tahun lalu,” imbuh dia.

Baca juga : Pemerintah Cek Kamar RS Antisipasi Klaster Nataru

Akun @Lania_Rizki menimpali. Dia bilang, dengan tingginya mobilitas jelang libur Nataru, membuat pemerintah mewajibkan tes PCR. Tujuannya, untuk menekan kasus Covid-19.

Akun @Gunduloh mengusulkan syarat wajib tes PCR berlaku lagi. Tujuannya, untuk mengantisipasi lonjakan libur Nataru dan menyebarnya varian Delta plus.

“Tapi, tidak ada cari untung ya, ingat itu,” tegas @Gunduloh. “Covid-19 masih mengintai, mari bijak dan tetap jaga prokes,” ajak @Lima8Satu.

Baca juga : Tak Cukup Hanya Koar-koar

Menurut @ArtinyaApakah, salah satu pencegahan supaya kasus Covid tidak melonjak dengan tetap waspada, menjaga kesehatan dan mengurangi mobilitas. Termasuk, tidak berliburan saat Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

“Libur Nataru akhir tahun ini ujian buat semua. Apakah bisa semakin disiplin menerapkan prokes dan batasi mobilitas untuk turut mencegah ledakan kasus Covid-19,” kata @rahabganendra.

Seharusnya, kata @Barrie_ikhwan, jika tidak ingin warga pergi saat libur Nataru, pemerintah kudu tegas. Yaitu, menutup bandara, stasiun kereta api, terminal bus, SPBUdi Jabodetabek dan jalan tol yang mengarah ke Pantura.

Baca juga : Libur Nataru, Masyarakat Bakal Tumplek Blek Di Tempat Wisata

Sementara, @fs_paseru mengatakan, ada perbedaan antara libur Nataru saat ini dengan tahun lalu. Tahun lalu belum ada vaksinasi, sekarang sudah 60 persen dan positive rate sudah rendah kurang dari 1 persen. “Yang penting pakai masker sudah cukup,” katanya. [TIF]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.