Dewan Pers

Dark/Light Mode

Salim Segaf: Wujudkan Kedaulatan Pangan Nasional, PKS Harus Bela Petani Di Desa

Senin, 8 Agustus 2022 13:27 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Aljufri berdialog dan melakukan panen raya bersama ribuan petani di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, pada Minggu (7/8).

Acara ini bagian dari agenda Dr. Salim Menyapa Indonesia di Provinsi Sulawesi Selatan yang digelar pada 6-9 Agustus 2022.

Salim didampingi oleh Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini, Anggota DPR RI Andi Akmal Pasluddin, Ketua BPW Suryadarma, Ketua DPP Martri Agung dan sejumlah fungsionaris DPP PKS, Ketua DPW Sulsel Amri Arsid serta dan anggota DPRD PKS se-Sulsel.

Dalam orasinya Salim mengajak para petani untuk bangkit mewujudkan kedaulatan pangan, bukan sekadar ketahanan pangan. Sehingga bukan saja negara kita menjadi berdikari dalam soal pangan tapi juga kesejahteraan petani meningkat.

Berita Terkait : TGB Dilantik Jadi Ketua Harian Nasional Partai Perindo

"Kedaulatan pangan fokusnya pada pengembangan dan proteksi terhadap petani nasional dan hasil-hasilnya dan menghentikan impor yang hanya menguntungkan importir dan para tengkulak," terangnya.

Menurut Menteri Sosial 2009-2014, Indonesia ini kaya sekali dengan hasil bumi. Semua ada di sini. Sementara negara yang kita impor pangannya tidak sekaya Indonesia.

"Saya kira permasalahannya ada pada komitmen dan keberpihakan pemimpin dan pejabat terkait terhadap pertanian dan petani nasional," terangnya.

Maka kepada seluruh pejabat publik PKS baik di legislatif apalagi di eksekutif sebagai kepala daerah, harus all out membela petani untuk mewujudkan kedaulatan pangan.

Berita Terkait : Lestari: Turunkan Angka Stunting, Pelibatan Swasta Harus Transparan

"Dan itu bukan lagi janji dan harapan, saya kira Fraksi PKS di pusat hingga daerah telah konsisten dan berungkali menolak kebijakan impor beras dan kebutuhan pokok," terangnya.

 

Selebihnya, pejabat publik PKS harus aktif mengadvokasi kebutuhan petani mulai dari pra hingga pasca tanam. Dia meminta kadernya memperjuangkan suara petani yang mahal membeli benih dan pupuk pestisida, sementara ketika panen harga gabah anjlok.

Juga, memperjuangkan kebutuhan petani untuk bisa mengakses bantuan baik pupuk, obat, bibit hingga alat mesin pertanian, sehingga produktivitas petani semakin meningkat.

"Itu semua butuh semangat kebersamaan dan kolaborasi. Petani harus semakin baik mengorganisir diri dalam kelompok-kelompok tani, lalu secara kolektif berjuang untuk kesejahteraan petani. PKS akan selalu berada di depan, di samping, maupun di belakang petani nasional sehingga terjalin kolaborasi yang kuat. Jadikan PKS ini milik petani nasional," tandas Salim.

Berita Terkait : Setelah Sumut Dan Jatim, Relawan Pejuang Puan Maharani Muncul Di Banten

Kedatangan Salim dan rombongan disambut tarian adat Sulsel dilanjutkan orasi yang membangkitkan semangat dan motivasi ribuan petani yang hadir.

Setelah itu, Salim secara simbolis menyerahkan bantuan alat mesin pertanian advokasi PKS sekaligus melakukan panen raya menggunakan Combine Harvester (mesin panen). ■