Dark/Light Mode

Dilarang AHY Pake Atribut Demokrat

Moeldoko Lempar Handuk?

Selasa, 20 April 2021 07:10 WIB
Moeldoko menyampaikan pidato perdana saat Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di The Hill Hotel Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021). (Foto: ANTARA/Endi Ahmad)
Moeldoko menyampaikan pidato perdana saat Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di The Hill Hotel Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021). (Foto: ANTARA/Endi Ahmad)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah Menteri Hukum Dan HAM, Yasonna Laoly menolak kepengurusan Moeldoko Cs, Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) langsung melayangkan somasi ke Moeldoko cs agar tidak menggunakan lagi atribut Partai Demokrat. Disomasi begitu, apa Moeldoko akan lempar handuk?

Ketua Umum Demokrat hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang Moeldoko masih bungkam soal somasi kubu AHY. Hingga tadi malam, Moeldoko enggan menanggapi somasi terbuka ini ketika dikonfirmasi Rakyat Merdeka.

Tapi, pentolan KLB lainnya tak tinggal diam. Ketua Dewan Pembina, Marzuki Alie menyebut, somasi itu adalah salah satu bentuk kegalauan kubu AHY dalam menghadapi prahara Partai Demokrat saat ini.

Berita Terkait : Tanggapi Reshuffle, Demokrat Ogah Kalau Ditawari Posisi Menteri

“Sudah tuntut ke PN (Pengadilan Negeri) kok mundur somasi? Ini orang galau. Nggak ngerti apa lagi yang harus dibuat,” sindir eks Ketua DPR itu, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Selain Marzuki, Wakil Ketua Umum, Darmizal juga melempar serangan balik. Ia menyebut somasi itu sebagai dagelan konyol. Karena sengketa Partai Demokrat masih berlangsung di pengadilan, dan belum memiliki keputusan inkracht.

“Tak ada lagi masyarakat yang percaya dengan intrik atau model drakor ala kubu SBY,” sindirnya tadi malam.

Berita Terkait : AHY Somasi Moeldoko Cs: Stop Pakai Atribut Demokrat Atau Jadi Masalah Hukum!

Somasi terbuka itu disampaikan Tim Advokasi DPP Partai Demokrat lewat iklan di salah satu surat kabar nasional, kemarin. Ditujukan untuk Moeldoko, Jhoni Allen Marbun, Marzuki Alie, Darmizal, Max Sopacua, Muhammad Rahmad, dan seluruh peserta kongres luar biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatra Utara.

Kepala Badan Komunikasi Strategis, Herzaky Mahendra Putra mengaku, punya alasan kuat kenapa somasi terbuka itu dilayangkan kepada Moeldoko cs.

“Karena masih saja ada gerombolan liar yang menggunakan atribut, berbicara, membuat pernyataan, menunjukkan sikap dan atau melakukan tindakan yang mengatasnamakan dan seolah mencitrakan dirinya sebagai Partai Demokrat yang sah,” kata Herzaky kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Berita Terkait : Sindir Pendaftaran Logo, Pendiri Demokrat: Kenapa SBY tak Mendirikan Partai Yudhoyono?

Perbuatan ini, lanjutnya, telah melawan hukum dan bertentangan dengan UU, AD/ART Partai Demokrat, serta bertentangan dengan Surat Keputusan Menkumham. Ia lalu membuat analogi Moeldoko seperti orang yang ngaku-ngaku Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
 Selanjutnya