Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Wartawan Senior
Sebelumnya
Sedangkan pemilih pasangan Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019 mencapai 85.607.362 suara.
Artinya, pemilih Jokowi di luar PDI-P mencapai 58.553.401 suara. Ini jumlah yang besar. Kemana larinya suara ini? Sangat mungkin, tergantung persepsi rakyat terhadap kecenderungan Jokowi.
Sepertinya, Jokowi tak akan terang-terangan menunjukkan pilihannya, ke Ganjar atau Prabowo. Jokowi akan terus mengayun untuk menjaga keseimbangan atau equilibrium.
Baca juga : “KPK Dan Kementan” Perlu Jalan Bareng
Di sinilah publik akan mempersepsi dan menafsirkan gerakan langkah kaki Jokowi. Mana yang lebih maju. Kiri atau kanan. Di situlah clue-nya.
Lalu, bagaimana kalau MK memutuskan bahwa syarat capres/cawapres tetap 40 tahun, dan Gibran tak cukup umur untuk menjadi cawapres?
PDI-P layak bergembira. Karena, hubungan PDI-P dengan Jokowi akan relatif aman-aman saja, walau sempat menghangat. Peluang Ganjar, juga tidak terdampak.
Baca juga : Reshuffle Dan Tantangannya
Selain itu, peluang menyatukan Prabowo-Ganjar atau Ganjar Prabowo, walau sulit dan butuh langkah ekstra-taktis, tetap terbuka. Waktunya masih cukup, sembilan hari lagi, sampai penutupan pendaftaran capres, 25 Oktober 2023.
Sementara bagi kubu Anies-Muhaimin, kalau MK memutuskan batas usia capres/cawapres tetap 40 tahun, dan Gibran tak menjadi cawapres; akan kurang menguntungkan.
Karena, kalau Gibran jadi wapres Prabowo, suara Ganjar berpotensi tergerus. Dengan demikian, Anies-Muhaimin bisa mengincar peluang menyodok dan melaju ke pilpres putaran kedua.
Baca juga : Cari Wakil, Menunggu MK
Besok, Senin, jam 10.00, semua mata dan telinga akan tertuju ke Gedung MK. Banyak yang harap-harap cemas. Terutama elite politik.
Bagi rakyat, kecemasannya lebih karena kenaikan harga-harga, terutama beras. Itulah “mahkamah” yang bikin deg-degan dan mengundang kecemasan.
Itulah “Mahkamah Kehidupan” sesungguhnya bagi rakyat, yang perlu diselami para elite dan para pemimpin. “Mahkamah” yang tidak hanya ditunggu di hari Senin, tapi setiap hari.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.