Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Wartawan Senior
Sebelumnya
Pers itu adalah penjaga demokrasi. Salah satu faktor yang bisa merusak demokrasi adalah hoaks. Terutama kabar bohong yang bernuansa SARA. Bahkan, kalau hoaks berbau SARA itu muncul berulang-ulang, negeri ini bisa porak-poranda.
Baca juga : Legislatif Bersih, Negara Kokoh
Munculnya hoaks melalui media sosial memang sulit dicegah. Tapi kalau begitu muncul, pers atau media arus utama langsung menangkalnya, hoaks itu langsung lenyap. Dalam situasi yang mulai menghangat menjelang Pilpres dan Pileg, peran pers menjadi semakin penting.
Baca juga : Ayo Buka Harta Anggota Dewan
Sebab, hanya pers lah yang mampu mematahkan hoaks yang muncul dalam situasi politik yang meningkat tensinya. Oleh karena itu, peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2019 di Surabaya, Sabtu (9/2) ini mesti bisa menjadi momentum untuk memperkuat peran pers sebagai penangkal hoaks.
Baca juga : Debat Yang Menghibur
Kalau persnya kuat dan mampu memerangi hoaks, demokrasi di negeri ini pasti akan selalu terjaga. Jadi kalau pers sudah bertekad untuk menangkal dan memerangi berita bohong, dipastikan produsen hoaks akan bertekuk lutut.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.