Dark/Light Mode

Dino Patti Djalal Jadi Chief Strategic Advisor Kemenparekraf

Jangan Lupa, Genjot Potensi Pariwisata-Kuliner Sumatera Barat

Senin, 18 Januari 2021 08:43 WIB
Burmalis Ilyas (kiri), Dino Patti Djalal (tengah) dan Muhammad Lutfi. [Foto: Istimewa]
Burmalis Ilyas (kiri), Dino Patti Djalal (tengah) dan Muhammad Lutfi. [Foto: Istimewa]

RM.id  Rakyat Merdeka - Pilihan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno yang menunjuk Dino Patti Djalal menjadi Chief Strategic Advisor Kemenparekraf, dinilai sebagai pilihan yang tepat.

Hal ini ditegaskan Direktur Eksekutif Minang Diaspora Network-Global, Burmalis Ilyas. Dia pun mengapresiasi penunjukan Dino ini. “Selamat kepada Uda Dino Patti Djalal, yang adalah juga Presiden dan Pendiri Minang Diaspora Network-Global, sekaligus Pendiri dan Pembina Yayasan Diaspora Indonesia (Indonesian Diaspora Network-Global),” ujarnya.

Dengan pengalaman Dino yang pernah menjadi Duta Besar (Dubes) RI di Amerika Serikat dan Wakil Menteri Luar Negeri, ujarnya, dia yakin, Dino akan mampu memaksimalkan semua jaringan lobi internasional yang dimilikinya. Baik di kalangan elit pemerintahan negara lain, pengusaha/investor luar negeri, serta jaringan Diaspora Indonesia dan Minang yang dia bina selama ini.

Baca Juga : Catat Yuk, 5 Lokasi Layanan SIM Keliling Di Jakarta Hari Ini

Sebelumnya diberitakan, dengan jabatan barunya, Dino diminta Sandi untuk menggalang peran diaspora Indonesia di seluruh dunia, untuk membantu pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia yang amat terpukul semasa pandemi Covid-19. Kedua sektor ini, sebut Dino, menjadi sektor andalan pemerintah sebagai sumber devisa, lapangan pekerjaan, serta Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Terkait hal ini, Burmalis berharap, posisi Dino juga bisa memaksimalkan potensi pariwisata Sumatera Barat (Sumbar) dan promosi Kuliner Minang, yang selama ini sebenarnya sudah Go Internasional, seperti Rendang. Bahkan, ingatnya, kuliner ini sudah menjadi makanan terlezat no 1 di dunia versi CNN.

Menurut Burmalis, para diplomat seperti Dino, adalah juga ujung tombak diplomasi pariwisata dan kuliner Indonesia. Bahkan saat ini, ujar dosen Hubungan Internasional Universitas Nasional (UNAS) Jakarta ini, diplomat atau duta besar lebih banyak berfungsi dalam bidang ekonomi, pariwisata dan investasi, ketimbang tugas-tugas diplomasi politik di era-era sebelumnya.

Baca Juga : Lutfi Suntikkan Vitamin

Harapan Burmalis lainnya, dengan posisi Dino saat ini, juga akan menambah banyaknya jumlah Restoran Minang/Padang yang sudah ada di berbagai benua, seperti di Belanda, Amerika Serikat, Qatar, Melbourne, Sydney, Malaysia, Singapura dan sebagainya. Apalagi, mengingat sejak pandemi Covid-19, sejumlah Restoran Minang tutup tanpa bantuan pemerintah.

Burmalis mengingatkan, pemerintah harus hadir membantu pengusaha kuliner Minang ini. “Mereka juga bagian bangsa Indonesia yang sangat aktif di luar negeri mempromosikan kuliner, pariwisata dan investasi Indonesia, khususnya Sumatera Barat,” ujarnya.

Terlebih saat ini, kuliner sudah dianggap sebagai bagian diplomasi internasional. Sehingga dikenal istilah culinary diplomacy. Bukan hanya dilihat sebagai hidangan semata, tapi kuliner juga dianggap wakil budaya bangsa dan negara. Bahkan sekaligus berfungsi mempromosikan hingga mempopulerkan destinasi pariwisata daerah asal kuliner tersebut.

Baca Juga : Korban Gempa Kangen Dilongok Jokowi

Apalagi, masih menurut Burmalis, saat ini putra Minang lainnya juga ditunjuk pemerintah duduk di jajaran kabinet. Yakni Muhammad Lutfi, sebagai Menteri Perdagangan. Untuk itu dia pun mengingatkan, Lutfi tak hanya memajukan Indonesia secara umum, tapi juga tak melupakan pariwisata dan investasi di Sumatera Barat secara khusus. [RSM]