Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kepada Kepala Daerah Yang Serapan Anggaran Covid-nya Rendah

Wapres Marahnya Terlalu Santun

Jumat, 23 Juli 2021 06:50 WIB
Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin. (Foto: Setpres)
Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin. (Foto: Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin meminta tes Polymerase Chain Reaction (PCR) yang memiliki tingkat akurasi lebih tinggi diperbanyak ketimbang tes antigen.

Hal itu disampaikan Ma’ruf saat menggelar rapat koordinasi secara virtual bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, para wali kota dan bupati serta Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Jawa Timur (Jatim).

Berita Terkait : Anies: Idul Adha Di Tengah Pandemi Covid, Keluarga Makin Terasa Penting

“Memang antigen ini jangan terlalu banyak, sebab tingkat positivity rate-nya menjadi sangat rendah,” kata Ma’ruf dalam keterangan resminya, kemarin.

Positivity rate merupakan perbandingan antara jumlah kasus positif Covid-19 dengan jumlah tes yang dilakukan.

Berita Terkait : Puan Soroti Rendahnya Serapan Anggaran Corona Di Daerah

Ma’ruf menyoroti angka positivity rate di Jawa Timur yang masih cukup tinggi 39,24 persen. Angka itu jauh di atas standar World Health Organization (WHO) yakni 5 persen. Padahal, Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di wilayah Jawa-Bali sudah berlangsung dua pekan.

Ma’ruf juga menyentil para kepala daerah di Provinsi Jawa Timur yang masih rendah menyerap anggaran penanganan virus Corona. Sayang, eks Rais Aam PBNU itu tak menyebutkan wilayah mana saja yang penyerapan anggarannya masih rendah.

Berita Terkait : KPK Dalami Aliran Uang Korupsi Bansos Covid-19 Bupati Bandung Barat

Karena itu, Ma’ruf meminta daerah memacu penyerapan anggaran penanganan Covid-19 yang dilaporkan masih rendah.

“Banyak yang masih rendah penyerapan anggaran untuk penanganan Covid-19. Karena itu, saya minta ini betul-betul dipacu,” katanya.
 Selanjutnya