Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Pertamina Patra Niaga Olah Minyak Jelantah Jadi Bioavtur Ramah Lingkungan
- Liburan ke Bandung Naik Whoosh, Diskon Tiket hingga 75 Persen
- BSI LYFE Card Sasar Nasabah Milenial dan Gen Z
- Menko Bahlil Usut Dugaan Perusahaan Asing Menambang Di Kebun Sawit
- Dua Tahun Prabowo, BPOM Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan
Kepada Kepala Daerah Yang Serapan Anggaran Covid-nya Rendah
Wapres Marahnya Terlalu Santun
Jumat, 23 Juli 2021 06:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin meminta tes Polymerase Chain Reaction (PCR) yang memiliki tingkat akurasi lebih tinggi diperbanyak ketimbang tes antigen.
Hal itu disampaikan Ma’ruf saat menggelar rapat koordinasi secara virtual bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, para wali kota dan bupati serta Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Jawa Timur (Jatim).
Baca juga : Anies: Idul Adha Di Tengah Pandemi Covid, Keluarga Makin Terasa Penting
“Memang antigen ini jangan terlalu banyak, sebab tingkat positivity rate-nya menjadi sangat rendah,” kata Ma’ruf dalam keterangan resminya, kemarin.
Positivity rate merupakan perbandingan antara jumlah kasus positif Covid-19 dengan jumlah tes yang dilakukan.
Baca juga : Puan Soroti Rendahnya Serapan Anggaran Corona Di Daerah
Ma’ruf menyoroti angka positivity rate di Jawa Timur yang masih cukup tinggi 39,24 persen. Angka itu jauh di atas standar World Health Organization (WHO) yakni 5 persen. Padahal, Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di wilayah Jawa-Bali sudah berlangsung dua pekan.
Ma’ruf juga menyentil para kepala daerah di Provinsi Jawa Timur yang masih rendah menyerap anggaran penanganan virus Corona. Sayang, eks Rais Aam PBNU itu tak menyebutkan wilayah mana saja yang penyerapan anggarannya masih rendah.
Baca juga : KPK Dalami Aliran Uang Korupsi Bansos Covid-19 Bupati Bandung Barat
Karena itu, Ma’ruf meminta daerah memacu penyerapan anggaran penanganan Covid-19 yang dilaporkan masih rendah.
“Banyak yang masih rendah penyerapan anggaran untuk penanganan Covid-19. Karena itu, saya minta ini betul-betul dipacu,” katanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya