Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sehari Di Putrajaya (1)
Gowes Sepeda 18 KM, Mahathir Masih Nyetir
Jumat, 22 Februari 2019 07:17 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Juli nanti, Perdana Menteri Malaysia (PM) Mahathir Mohamad genap berusia 94 tahun. Lebih tua dari Kiai Ma’ruf Amin (74 tahun), juga lebih senior dari Mbah Moen (90 tahun).
Di Putrajaya yang monumental, Selasa (19/2), pria yang akrab disapa “Dr M” ini bicara banyak hal soal Malaysia dan tetangga dekatnya. Bicara soal dirinya. Bicara soal janjinya. Diutarakan dengan serius dan santai kepada Ismawi (Ikatan Setia Kawan Wartawan Malaysia-Indonesia).
Baca juga : Mahathir: Masih Suka Balapan?
Dua kali, kaki saya menginjak lantai Putrajaya. Tempat ngantornya PM. Tempat dinasnya para menteri. Tempat kerjanya para PNS. Dua kali itu juga saya masuk “Istananya” PM.
Pertama, saya masuk lewat pintu rakyat pada umumnya. Masuk pintu resepsionis. Tukar paspor baru dapat ID card. Tanpa dipandu seorang pun. Bermodal petunjuk arah. Saya menyusuri lorong-lorong. Sepi. Tak ada orang. Tak ada lukisan. Putih catnya. Kacanya tidak bening karena kecipratan air hujan.
Baca juga : Dua WNI Jadi Korban Mutilasi Di Malaysia
Kedua, saya masuk lewat pintu istimewa. Tiga hari yang lalu itu. Turun dari mobil. Naik lift ke lantai 3. Langsung sampai ke ruang kerjanya Dr M. Simpel. Tak ada protokoler. Tak ketemu banyak Paspampres. Apalagi ribet dengan metal detektor.
Ruang tunggunya juga sama. Tak banyak yang bisa dilihat. Tak ada spot yang Instagramable. Cuma ada satu mimbar yang mungkin biasa dipakai Dr M untuk konferensi pers. Kayu cokelat. Ada mic-nya. Ada bendera Malaysia-nya. Itu saja. Cuma itu yang bisa dipakai narsis-narsisan.
Baca juga : Tidak Perlu Khawatir Demo Rompi Kuning
Lainnya: biasa saja. Mejanya bundar. Kayunya bukan jati. Seperti meja untuk makan. Tapi, tak ada makanan apa-apa.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya