Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Resmi Jadi WNI, Mitchell Baker Siap Perkuat Timnas Indonesia
- Bersama Danantara, BRI Kontribusikan Pajak Terbesar Dukung Pembangunan Nasional
- 3 Pemimpin Dunia Berkunjung Dalam Sepekan, Qodari: Bukti RI Makin Dipercaya
- BPJS Ketenagakerjaan Bekali Ahli Waris Jadi Wirausaha Lewat Program PEKA
- PTPP Raih Proyek Pembangunan Tower 4 ITS Surabaya Senilai Rp 151,9 Miliar
Tolak Pemimpin Junta Militer
Takut Kena Doktrin, Siswa Ogah Sekolah
Senin, 24 Mei 2021 05:36 WIB
Sebelumnya
“Guru akan dipekerjakan lagi, jika mereka menghentikan unjuk rasa,” imbuhnya.
Surat kabar Global New Light of Myanmar yang dikelola pemerintah sebelumnya, meminta para guru dan siswa untuk kembali ke sekolah.
Baca juga : AS Pulangkan Warga Dan Militernya Dari Israel
Sistem pendidikan Myanmar merupakan salah satu yang menyedihkan di kawasan Asia Tenggara. Berada di peringkat 92 dari 93 negara dalam survei global tahun lalu.
Bahkan, di bawah kepemimpinan Aung San Suu Kyi yang telah memperjuangkan pendidikan, anggarannya hanya di bawah 2 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Itu salah satu yang terendah di dunia, menurut angka Bank Dunia.
Baca juga : Dua Kali Lebaran Tak Ketemu Anak Istri, Dicky Budiman Tetap Semangat
Pemerintah Persatuan Nasional, yang didirikan penentang junta mengatakan, akan melakukan apa pun untuk untuk mendukung guru dan siswa yang mendukung pro demokrasi.
Mereka mendesak donor asing untuk berhenti mendanai Kementerian Pendidikan yang dikendalikan junta.
Baca juga : Southampton Vs Leicester City, Si Rubah Ogah Gegabah
“Kami akan bekerja dengan para pendidik Myanmar yang menolak mendukung militer kejam. Guru hebat dan guru pemberani ini tidak akan pernah kami abaikan,” tegas Perwakilan Pemerintah Persatuan Nasional, Sasa. [DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya