Dark/Light Mode

Trend Islam Di AS (31)

Mengapa Islam Begitu Menarik Di AS?

Selasa, 14 Mei 2019 10:50 WIB
Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Lebih lanjut Pew-RS menemukan umat Islam di dunia, khususnya di AS, berada pada usia produktif. Usia produktif bisa berkontribusi lahirnya anak-anak baru mungkin lebih dari dua orang. Pew Research Center menemukan hal ini pada 2015. Ia menyimpulkan bahwa dari sebuah fakta bahwa ada 1,8 miliar Muslim di dunia (24%) dari populasi terbesar kedua atau Islam akan menjadi agama terbesar kedua di dunia. 

Populasi umat Islam di seluruh dunia (62%) tinggal di wilayah Asia Pasifik, termasuk populasi terbesar di Indonesia, lalu disusul India, Pakistan, dan Bangladesh. Indonesia saat ini merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, namun Pew Research Center memproyeksikan bahwa India akan menjadi negara dengan jumlah penduduk beragama Islam terbanyak pada 2050. 

Berita Terkait : Mengenal Ormas Islam di AS: American Muslim Council (AMC)

Tidak lama lagi India akan memiliki penduduk muslim sekitar 300 juta, meskipun agama Hindu tetap akan menjadi agama mayoritas di negeri ini. Selain itu, Lipka menyebutkan bahwa populasi Muslim di Eropa juga tumbuh. Pew memproyeksikan jumlah Muslim di seluruh Eropa mencapai 10 persen dari keseluruhan populasi pada 2050. Ini jumlah yang sangat fantastik. 

Dalam temuan Pew menemukan bahwa kendati tidak mengubah populasi global, migrasi membantu meningkatkan populasi Muslim di sejumlah wilayah, termasuk Amerika Utara dan Eropa,” Lebih lanjut Pew juga melaporkan hasil survei terbaru terkait persepsi umat Islam terhadap ISIS.

Berita Terkait : Islam Sebagai Agama Publik Di AS

Hasilnya, kebanyakan orang di beberapa negara dengan populasi Muslim yang signifikan memiliki pandangan bahwa ISIS merupakan organisasi yang merugikan. Kehadiran ISIS bagi umumnya masyarakat AS lebih banyak merugikan dunia Islam.

Penemuan lainnya, hampir semua responden di Lebanon (94%) Yordania. Namun, di beberapa negara, sebagian besar penduduk tidak punya pendapat tentang ISIS, termasuk 62 persen Muslim di Pakistan.  Secara umum, kebanyakan Muslim juga mengatakan bom bunuh diri dan bentuk kekerasan lainnya terhadap warga sipil atas nama Islam jarang atau tidak pernah dibenarkan. 

Berita Terkait : Muslim Amerika: Komunitas Profesional

Survei ini termasuk 92 persen di Indonesia dan 91 persen di Irak. Di beberapa negara, tindakan kekerasan ini setidaknya kadang-kadang dapat dibenarkan, termasuk 40 persen di wilayah Palestina, 39 persen di Afghanistan, 29 persen di Mesir dan 26 persen di Bangladesh.

Namun, Umat Islam di seluruh dunia hampir secara universal dipersatukan oleh keyakinan. “Keyakinan satu Allah dan Nabi Muhammad SAW, serta praktik ritual keagamaan tertentu seperti puasa selama Ramadhan.” ***