Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
Sebelumnya
Akun @faiha_bil berharap, Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi bisa memberikan solusi terkait panjangnya antrean ibadah haji di Indonesia.
Akun @HarisandiSofyan menyarankan, bagi yang sudah berhaji mending jangan ambil kuota haji umum. “Tapi diarahkan ke haji plus,” ujarnya.
Baca juga : Cinta Laura, Makin Mesra Dengan Arya
Akun @dhee0219 mengusulkan untuk subsidi haji cukup diberikan kepada yang baru satu kali melaksanakan ibadah haji. Sedangkan buat yang mau haji dua kali atau lebih, tidak usah diberikan subsidi. “Mereka orang-orang mampu yang tidak butuh subsidi,” terangnya.
Akun @Fauzan2khamad lebih meminta masyarakat yang sudah berhaji dicoret dan yang berusia lanjut didahulukan. Yang penting, bukan karena jabatan atau ada hubungan keluarga pejabat yang didahulukan.
Baca juga : Jaksa Baru Sita Yamaha Mio Milik Pemerkosa Santri Herry Wirawan
“Pemerintah dan Ulama bersepakat membatasi umat Islam di Indonesia untuk haji hanya 1 kali,” ujar @orang_kampung.
Dia mengatakan, yang sudah berhaji hanya dibolehkan umrah saja, jangan haji lagi. Hal ini untuk mengurangi lama antrean dan memberikan kesempatan kepada saudara Muslim yang lain untuk bisa berangkat haji.
Baca juga : Gibran Bercanda, Anies Tertawa
“Kemenag agar seleksi petugas haji dengan sebenar-benarnya, dan yang benar-benar berniat untuk melayani jemaah. Terutama jemaah usia lanjut dan berisiko tinggi dengan penyakit bawaan,” kata @Alexslk309.
Namun, @nanda_arifs97 mempermasalahkan masa tunggu haji di Indonesia yang kelewat lama. “Masa tunggunya itu lho, harus daftar saat masih sel telur baru dibuahi,” keluhnya. [TIF]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya