Dark/Light Mode
- Final FIFA ASEAN Cup 2026 di GBK, Dishub DKI Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
- Hasil Investigasi Imipas: 13 Bangunan Lapas Cibinong Dibangun Napi Sejak 2023
- Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putranto Dipecat sebagai ASN, Apa Dasar Hukumnya?
- Wisnu Hani Putranto Dipecat Sebagai ASN, Buntut Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
- Polisi Kawal Ketat Final Indonesia Vs Thailand di GBK, Kerahkan 10.121 Personel
RM.id Rakyat Merdeka - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin menegaskan, Presiden Jokowi tidak anti kritik. Termasuk kritik yang datang dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia. Bila perlu, Ngabalin siap memfasilitasi para pengkritik bertemu Jokowi. “Saya atur,” kata Ngabalin.
Pernyataan itu disampaikan Ngabalin dalam diskusi daring Cross Check From Home, kemarin. Eks politisi PBB itu mengaku bingung dengan maksud kritik yang disampaikan BEM UI ke pada Jokowi. “Kalau kritik tidak ada masalah. tapi kalau nyinyir, menyebut ‘The King of Lip Service’ apa artinya?” kata Ngabalin.
Baca juga : Temui Saya, Saya Ladeni
Komisaris Pelindo III itu menyayangkan, mahasiswa sebagai kalangan in telektual menyampaikan kritik tanpa adanya solusi.
Menurutnya, jika BEM UI mengkritik cara kerja pemerintah, maka harus bisa menunjukkan cara konkret. “Kalau mengkritik, misal satu kebijakan yang dilakukan pemerintah, tapi dia bisa memberikan contoh seperti begini caranya kerja yang benar. Kritik kan begitu,” ungkapnya.
Baca juga : Kadin DKI Yakin Penetapan Arsjad Jadi Ketum Sesuai Aturan
Padahal, lanjut dia, kalau BEM UI memang punya kritik dan aspirasi yang ingin disampaikan, pihaknya punya wadah yang bisa menampung. na manya “KSP Mendengar” yang di buat oleh Kantor Staf Kepresidenan yang dipimpin jenderal (Purn) Moeldoko.
“Di tempat itu, kalau temanteman misal melihat ada yang tidak beres atau tidak bagus, di sana temante man mengungkapkan ekspresi itu,” sebutnya. Kalau belum puas juga, ngabalin ber sedia memfasilitasi pertemuan antara BEM UI dengan mantan wali kota Solo itu. “Atau juga kepengin jumpa dengan presidennya, saya bisa atur itu,” tegasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.