Dark/Light Mode

Bali Siap Dibuka Lagi Untuk Turis Asing

Ingat, Pengelola Hotel Jangan Getok Harga!

Selasa, 12 Oktober 2021 06:40 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam agenda Weekly Press Briefing 11 Oktober 2021. (Foto: Dok. Menparekraf).
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam agenda Weekly Press Briefing 11 Oktober 2021. (Foto: Dok. Menparekraf).

RM.id  Rakyat Merdeka - Bali segera membuka akses untuk wisatawan mancanegara. Hotel sebagai lokasi karantina turis asing pun sedang disiapkan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno meng­ingatkan, penentuan harga paket karantina turis asing di lokasi hotel yang disiapkan, harus mempertimbangkan keberlang­sungan kunjungan.

“Konsepnya, jangan getok harga. Kita ingin ini menjadi berkelanjutan agar ada repeat costumer,” ujar Sandi di Jakarta, kemarin.

Berita Terkait : Saatnya Pulau Dewata Siuman Dari Pandemi

Prosedur pendaftaran hingga penetapan sebuah hotel menjadi tempat karantina ditentukan oleh Pemerintah Daerah setempat, bekerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Menurut Sandi, pemerintah telah memberikan panduan terkait penetapan harga yang disesuaikan dengan konsep wisata berkelanjutan.

“Nanti akan ada koordinasi antara Pemerintah Daerah dan pelaku usaha. Kami fasilitasi itu,” ucap Sandi.

Berita Terkait : Fadli Zon, Tolong Ya, Kalau Ngritik Jangan Berlebihan

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Novie Riyanto mengatakan, beberapa fasilitas pelayanan telah tersedia dan beroperasi di terminal kedatangan in­ternasional. Fasilitas itu berkaitan dengan protokol kesehatan.

Misalnya, tempat pemeriksaan untuk penumpang dengan suhu lebih dari 38 derajat Celcius, tempat pemeriksaan dokumen kesehatan. Kemudian, 20 bilik un­tuk pengambilan sampel tes PCR (Polymerase Chain Reaction), tempat pemeriksaan keimigrasian dan baggage handling system.

Kemudian, alat pengatur suhu ruangan, sistem tampilan in­formasi penerbangan, tempat pemeriksaan kepabeanan, serta holding area sebagai ruang tung­gu hasil swab test PCR.

Berita Terkait : DPR Siap Bantu TNI Perkuat Pertahanan Negara

Novie juga memastikan, tem­pat duduk penumpang di ruang tunggu telah diberi jarak.

“Penyelenggara bandara dan stakeholders harus berkoor­dinasi memberikan pelayanan yang maksimal saat pintu inter­nasional kembali beroperasi,” pesan Novie.

Menurut Novie, itu penting dilakukan agar pada saat pintu internasional dibuka, tidak ada hal-hal yang menghambat proses kedatangan penumpang.
 Selanjutnya