Dewan Pers

Dark/Light Mode

MPR-Kelompok Cipayung Plus Teken MoU Pemasyarakatan Empat Pilar

Selasa, 11 Januari 2022 20:40 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (kiri) saat penandatangan MoU dengan Kelompok Cipayung Plus, di Senayan, Selasa (11/1). (Foto: Dok. MPR)
Ketua MPR Bambang Soesatyo (kiri) saat penandatangan MoU dengan Kelompok Cipayung Plus, di Senayan, Selasa (11/1). (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo bersama masing-masing organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam Kelompok Cipayung Plus menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang Pemasyarakatan Empat Pilar MPR. Tujuannya, untuk memberikan pemahaman secara utuh dan menyeluruh tentang nilai-nilai Empat Pilar MPR bagi para kader organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam Kelompok Cipayung Plus, dari tingkat pusat hingga daerah. Sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan pemasyarakatan nilai-nilai Empat Pilar MPR ke berbagai elemen mahasiswa.

Organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam Kelompok Cipayung Plus terdiri atas Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMABUDHI), Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Pelajar Islam Indonesia (PB PII), Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (HIMA PERSIS).

"Melalui Nota Kesepahaman yang ditandatangani langsung para ketua umum OKP ini, MPR bisa memperluas 'penyuntikan' vaksin ideologi Empat Pilar MPR ke berbagai kalangan generasi muda. Sekaligus menunjukkan kolaborasi yang erat antara MPR dengan organisasi kemahasiswaan dalam memperkuat imunitas bangsa agar memiliki kekebalan dalam menghalau nilai-nilai asing yang mengancam jati diri dan karakter keIndonesiaan," ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang, dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR, Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) sekaligus Catatan Awal Tahun, di Kompleks MPR, Jakarta, Selasa (11/1).

Berita Terkait : MPR-Kelompok Cipayung Plus Kolaborasi Gelar Diskusi Catatan Awal Tahun

Turut hadir antara lain Ketua Umum PP GMKI Jefri Gultom, Ketua Umum PB PMII Muhammad Abdullah Syukri, Ketua Umum PP PMKRI Benediktus Papa, Ketua Umum PP KAMMI Zakky Ahmad Rifai, Ketua Umum PP HIKMABUDHI Wiryawan, Ketua Umum PP KMHDI I Putu Yoga Saputra, Ketua Umum LMND Muhammad Asrul, Ketua Umum PB PII Rifai Tuahuns, dan Ketua Umum PP HIMA PERSIS Iqbal Muhammad Dzilal, Ketua Bidang Digitalisasi dan Inovasi PB HMI Vidiel Tania Pratama, dan Bendahara Umum DPP IMM Aldy Kurniawan. Hadir pula senior gerakan mahasiswa sekaligus Anggota DPR periode 2004-2009, 2009-2014, dan 2014-2019 Maruarar Sirait serta mantan aktivis mahasiswa, pendiri sekaligus mantan Ketua Umum KAMMI 2000-2001, dan mantan anggota DPR periode 2004-2009, 2009-2014 Andi Rahmat.

Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, pelibatan organisasi kemahasiswaan dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR tidak lepas dari keberadaan mereka yang memiliki peran penting dan strategis. Baik sebagai agen perubahan, kontrol sosial, kekuatan moral, penjaga nilai kebangsaan, maupun sebagai generasi penerus bangsa. Sebagai agen perubahan, misalnya, generasi muda adalah katalisator, yang mendorong lahirnya perubahan ke arah perbaikan.

"Sebagai kontrol sosial, generasi muda berperan memperjuangkan keseimbangan dan keadilan dalam kehidupan masyarakat, dengan kejelian dalam melihat dan menyelami realitas sosial yang terjadi di sekitarnya. Sebagai kekuatan moral, generasi muda pejuang bagi tegak lurusnya etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," jelas Bamsoet.

Berita Terkait : Omicron Terkendali, Masyarakat Masih Disiplin Pake Masker

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menerangkan, sebagai penjaga nilai kebangsaan, generasi muda berperan penting untuk menjaga agar nilai-nilai luhur yang menjadi legasi dan jati diri bangsa tetap lestari, tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat. Serta sebagai generasi penerus bangsa, generasi muda adalah sumberdaya potensial yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan nasional.

"Terlebih bangsa Indonesia telah menginjakan kaki pada periode Bonus Demografi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Diperkirakan jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2045 akan mencapai 319 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persennya, atau sebanyak 223 juta jiwa adalah kelompok usia produktif yang didominasi kaum muda, yang akan menjadi tulang punggung pembangunan nasional. Jika tidak dikelola dengan baik, bonus demografi tersebut malah akan menjadi bencana demografi," terang Bamsoet.

Para Ketua Umum Organisasi Kemahasiswaan yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus menyambut baik penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut. Sebagaimana disampaikan Ketua Umum GMKI Jefri Gultom mewakili kelompok Cipayung Plus, bahwa komitmen dan sikap terbuka untuk berkolaborasi dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR ini merupakan terobosan kepemimpinan kreatif dan inovatif yang dilakukan oleh MPR.

Berita Terkait : BPIP Komit Tingkatkan Pemberdayaan Masyarakat Berdasarkan Nilai Pancasila

"Penanganan radikalisme hingga intoleransi harus dimulai dari kampus. Karena itu sangat penting bagi MPR bekerja sama dengan organisasi kemahasiswaan dalam mensosialisasikan Empat Pilar MPR. Kelompok Cipayung Plus menyambut baik kerjasama ini, yang merupakan sejarah baru dalam organisasi kemahasiswaan," ujar Ketua Umum PP HIKMABUDHI Wiryawan melengkapi pernyataan Ketua Umum GMKI Jefri Gultom mewakili organisasi kemahasiswaan kelompok Cipayung Plus. [USU]