Dark/Light Mode

Pemilihan Walikota Depok

Ingin Gusur Dominasi PKS, Enam Parpol Galang Koalisi

Sabtu, 14 September 2019 10:23 WIB
Pemilihan Walikota Depok Ingin Gusur Dominasi PKS, Enam Parpol Galang Koalisi

RM.id  Rakyat Merdeka - Suhu Pemilihan Walikota Depok, Jawa Barat (Jabar) mulai memanas. Enam parpol galang koalisi untuk menggusur kedigdayaan PKS di Pilkada 2020.

Diketahui, ada enam partai tengah membangun koalisi gemuk. Yakni Gerindra, PDIP, Golkar, Demokrat, PPP dan PAN. Koalisi itu rencananya diberi nama “Koalisi Depok Bangkit.” 

Ketua Harian DPC Partai Gerindra Depok Djamaluddin menjelaskan, kesepakatan 6 parpol menjajaki koalisi di pilkada setempat dilakukan Kamis (12/9) lalu. Inisiatornya, Gerindra dan PDIP. 

“Pertemuan sejumlah parpol itu, inisiatornya PDIP dan Gerindra. Insya Allah ujungnya koalisi. Tapi prosesnya (penjajakan) ini masih lama. Kan masing-masing parpol lobinya (hingga ke tingkat) DPP partai,” ujarnya, kemarin. 

Meski berpotensi memakan waktu lama, Djamaludin meyampaikan partainya tidak mempersoalkan proses itu. Pasalnya, untuk membangun koalisi memang perlu ada kesamaan visimisi lebih dahulu. 

Sehingga di Pilkada Kota Depok semua bisa kompak dalam mengusung calon Walikota dan Wakil Walikota Depok. 

Baca Juga : Jelang Musim Tanam, Pupuk Indonesia Siapkan Stok Pupuk Subsidi Tiga Kali Lipat

Terkait nama calon kepala daerah ingin diusung 6 partai, Djamaludin menyebut belum ada kesepakatan. Tapi, salah satu nama diinginkan PDIP adalah politisi Gerindra Pradi Supriatna. 

“Kalau secara keputusan bersama belum menyebutkan nama. Kalau disebutkan tiap partai khususnya PDIP ingin Pradi. Kalau Gerindra kan sudah ada (Pradi) di Pilkada 2020 harus kader Gerindra dong, ” jelasnya. 

Diketahui, Pradi Supriatna adalah kader Gerindra, saat ini menjabat Wakil Walikota Depok. Pada Pilkada 2015, dia terpilih mendampingi kader dari PKS M Idris Somad. 

Djamaludin meyakinkan, sejumlah parpol yang melakukan penjajakan koalisi akan terus solid sampai Pilkada Depok. Saat ini, komunikasi politik juga terus berjalan. 

Ditanya apakah tujuan utama enam partai politik ini bertemu untuk meninggalkan PKS, Djamaluddin menegaskan memang arahnya ke sana. “Dengan PDIP kita sudah sejalan. Berangkat dari keingingan sama bahwa memang paling tidak PKS berakhir di 2020,” tandasnya. 

Ketua DPC PDIP Kota Depok, Hendrik Tangke Allo mengakui, 6 parpol sepakat untuk menjajaki koalisi di Pilkada 2020. “Pertemuan kami dimaksudkan untuk membentuk koalisi di Pilkada 2020,” ujarnya. 

Baca Juga : Masyarakat Indonesia di Ethiopia Gelar Shalat Gaib Untuk BJ Habibie

Wakil Ketua DPRD Kota Depok meyakini, penjajakan in akan berbuah pada pendeklarasian koalisi. “Kami segera melakukan deklarasi,” tandasnya. 

Diketahui, Pilkada 2020 akan diikuti 270 daerah. Salah satunya Kota Depok. Partai politik yang memiliki tiket di Pilkada Depok 2020 hanya tiga partai. Yakni PKS, Gerindra dan PDIP. 

PAN Lebong Mau Mbelot Seluruh pengurus DPC PAN Kabupaten Lebong, Bengkulu, menolak rencana DPW PAN setempat mengusung Kopli Ansori sebagai calon Wakil Gubernur Bengkulu. 

Mereka mengancam akan membelot dari partai bila rencana itu terealisir. Diketahui, DPW PAN Bengkulu berencana mengusung Kopli Ansori sebagai Cawagub Bengkulu mendampingi srikandi Gerindra, Susi Marleny Bachsin. 

“Saya sudah bertemu dengan Sekretaris DPD Partai Gerindra Provinsi Bengkulu Suharto. Dia menawarkan mengusung Susi Marleny Bachsin sebagai cagub bisa berpasangan dengan Kopli Ansori sebagai cawagub. 
Wacana itu atas instruksi dari Ketua DPW. Dimana PAN ingin memunculkan tokoh baru, masih muda dan energik,” ungkap Wakil Ketua DPW PAN Bengkulu Dempo Xler. 

Manuver DPW PAN Bengkulu menggadeng Kopli ternyata tidak berbuah manis. Rencana itu ditolak keras DPC PAN Kabupaten Lebong. Ketua DPC PAN Kecamatan Bingin Kuning, Lebong, Hairul Anam mengaku, berdasarkan hasil koordinasi seluruh pengurus PAN tingkat kecamatan, disimpulkan, seluruh pengurus partai tingkat kecamatan menolak rencana DPW. 

Baca Juga : Gudang Senjata Mako Brimob Jateng Terbakar, Sempat Terdengar Ledakan

Mereka menginginkan Kopli maju di Pemilihan Bupati Lebong, bukan Pilgub Bengkulu. “Kami keberatan dan menolak keras keinginan tim 5 DPW PAN yang mendorong Pak Kopli Ansori maju ke Pilgub,” ujarnya di Lebong, kemarin. 

Anam pun menyarankan agar DPW PAN segera turun ke Lebong untuk mengetahui keinginan dari kader dan simpatisan PAN.“Kopli Ansori harus maju di Pilbup Lebong. Perjuangan kami di Pemilu 2019 memang untuk membesarkan PAN dan untuk mengantarkan Ketua kami menjadi Bupati Lebong,”ujarnya.

 Dia pun mewarning, bila suara seluruh DPC PAN Lebong tidak didengarkan DPW, dan Kopli akhirnya diusung jadi Cawagub, maka para pengurus PAN tingkat kecamatan siap mundur dari PAN pada Pilkada 2020. 

“Seandainya suara kami tidak digubris DPW, saya dan pengurus DPC PAN lainnya siap meninggalkan PAN di Pilkada 2020,” tandasnya. [SSL]
 

Tags :