Dark/Light Mode
- Kabar Haji Isam Pimpin Operasi Karhutla Dibantah Mensesneg: Tidak Benar Itu!
- Selain Upah Pungut, KPK Juga Usut Dugaan Korupsi Proyek di Kabupaten Bogor
- Cegah Karhutla Meluas, 8 Desa Di Cengal Perkuat Sinergi
- Prabowo Dan Jokowi Jadi Saksi Akad Nikah Kasespri Rizky Irmansyah
- KPK: OTT Rektor Unsoed Jadi Momentum Perkuat Integritas Perguruan Tinggi
Wartawan Senior
Sebelumnya
Jangan sampai ada kesan bahwa jaminan perlindungan akan diperoleh setelah kejadian (misalnya setelah dibobol), bukan perlindungan sebelum kejadian.
Bahwa penindakan setelah kejadian itu penting, iya. Namun, yang tak kalah pentingnya adalah pencegahan. Antisipatif.
Baca juga : G20 Mengalir Sampai Ke Bawah
Ibarat mencegah kasus pencurian, petugas dan infrastruktur securitynya harus diperkuat. Jangan sampai kebobolan.
Kalau pun pencurinya telanjur masuk dan kemudian ada kepastian akan diproses hukum, itu juga penting. Tapi harus didahului oleh kuatnya pengamanan.
Ke depan, bukan tidak mungkin, kasus-kasus kebocoran data ini bisa terulang. Karena, sangat mungkin, menurut beberapa orang yang sangat faham IT, urusan ini tidak terlalu sulit.
Prinsip utamanya: lindungi rakyat. Jangan sampai rakyat menjadi korban.
Baca juga : Alarm Hukum Nyaring Sekali
Kasus yang sekarang marak di masyarakat, terutama rakyat kecil, kasus (tiba-tiba dapat tawaran) pinjaman online atau judi online misalnya, sebagiannya bermula dari data-data yang bocor.
Ini persoalan serius. Sangat penting. Jangan sampai sebagian rakyat yang sudah terpuruk, kian terpuruk lagi karena ketidaksanggupan mengamankan data. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.