Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Wartawan Senior
Sebelumnya
Untuk mewujudkan itu, tetap butuh data (dan, kita belum berbicara bigdata, mahadata). Data perlu diseriusi. Karena, data menjadi dasar pengambilan kebijakan. Salah data, kebijakan berpotensi salah. Apalagi ini menyangkut nyawa manusia.
Baca juga : 23 Triliun, Bisa Untuk Lockdown
Data yang keliru juga bisa mempengaruhi kepercayaan rakyat. Bisa menimbulkan distrust. Bisa mempengaruhi kelancaran berbagai kebijakan pemerintah di lapangan. Apalagi kita hampir setahun dilanda Covid-19. Rakyat juga sudah capek dan jenuh.
Baca juga : Dikagetkan “Kudeta”
Salah data, bisa salah kebijakan. Demikian juga sebaliknya. Data sangat penting, tapi kebijakan yang diambil berdasarkan data tersebut, itu yang utama.
Baca juga : IPK Merosot, Alarm Bahaya
Setelah datanya “diluruskan” dan membaik, langkah apa yang diambil? Kalau pun ada "perbaikan" istilah, semoga semuanya ikut membaik.
Menarik ditunggu.(*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.