Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
Mau Jadi Negara Kaya
Kita Nggak Boleh Bermental Kere…
Selasa, 21 September 2021 06:40 WIB
Sebelumnya
Akibat pandemi Covid-19, kata Suharso, Indonesia setidaknya harus tumbuh rata-rata 6 persen agar mampu terlepas dari jeratan pendapatan kelas menengah sebelum tahun 2045.
Padahal, sebelum ada pandemi pemerintah sudah memperhitungkan Indonesia hanya perlu tumbuh rata-rata 5,7 persen per tahun.
Baca juga : Negerinya Kaya Rakyatnya Kere
“Tanpa pertumbuhan ekonomi tinggi, kita tidak akan mencapai higher income yang kita inginkan. Bisa sampai tahun 2036 (kita terjebak dalam middle income trap) kalau pertumbuhan biasa saja. Bahkan 2045 pun belum lepas kalau ekonominya begini terus,” ujar Suharso.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus menilai, Indonesia sulit keluar dari kelompok negara berpendapatan menengah bawah akibat inkonsistensi dalam struktur ekonomi.
Baca juga : Pengamat: KPK Tak Boleh Berhentikan 75 Pegawai Yang Gagal TWK
Heri mengatakan, inkonsistensi terlihat pada porsi tenaga kerja yang menumpuk di sektor-sektor dengan kontribusi minim terhadap PDB.
“Kue ekonomi kecil diperebutkan banyak orang, sedangkan yang besar diperebutkan sedikit orang,” ujarnya.
Baca juga : Hadapi Era Digital, BRI Beri Pembekalan Kehumasan
Menurut Heri, sebagian besar Sumber Daya manusia (SDM) Indonesia bekerja di sektor pertanian dan perdagangan. Padahal, penyumbang terbesar PDB adalah sektor industri. [KPJ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya