Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
Sebelumnya
Kini, jenazah Brigadir J sudah dibawa ke keluarganya di Jambi untuk dimakamkan. Tiba di Jambi pada hari Sabtu (9/7). Sedangkan untuk motif penembakannya, masih didalami. Bharada E kini diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Sontak saja, berita ini mendapat sorotan. Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso mencium ada kejanggalan di balik insiden itu. Sebab, insiden tersebut baru diungkap Polri, 3 hari setelah kejadian. Dia juga menduga, ada motif lain di balik tertembaknya Brigadir J.
Baca juga : Dukung Kompetensi Siswa SMK, Program Sharp Class Kembali Digelar
Untuk itu, Sugeng mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk menyelidiki insiden yang menewaskan Brigpol J ini. Apalagi, insiden tersebut terjadi di rumah pejabat Polri.
“Pimpinan tertinggi Polri harus menon-aktifkan terlebih dahulu Irjen Ferdy Sambo dari jabatan selaku Kadiv Propam,” saran Sugeng dalam keterangannya, kemarin.
Baca juga : Baku Tembak 2 Polisi Di Rumah Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, Brigadir J Tewas
Alasannya, pertama, Irjen Ferdy adalah saksi kunci peristiwa yang menewaskan ajudannya tersebut. Hal tersebut, agar diperoleh kejelasan motif dari pelaku pembunuhan sesama anggota polisi ini.
Alasan kedua, Brigadir J juga statusnya belum jelas. Apakah korban atau pihak yang menimbulkan bahaya sehingga harus ditembak. Ketiga, locus delicti terjadi di rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo. Karena itu agar tidak terjadi distorsi penyelidikan maka harus dilakukan oleh Tim Pencari Fakta yang dibentuk atas perintah Kapolri bukan oleh Propam.
Baca juga : Kinclong Di Real Madrid, Rodrygo Naik Gaji
Dengan begitu, lanjutnya, pengungkapan kasus penembakan dengan korban anggota Polri yang dilakukan rekannya sesama anggota dan terjadi di rumah petinggi Polri menjadi terang benderang. Sehingga masyarakat tidak menebak-nebak lagi apa yang terjadi dalam kasus tersebut. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya