Dark/Light Mode

Kasus Penembakan Kantor MUI

Sekum PP Muhammadiyah: Polisi Harus Ungkap Motif, Sekalipun Pelaku Meninggal

Selasa, 2 Mei 2023 18:26 WIB
Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu`ti (Foto: Instagram)
Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu`ti (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekretaris Umum (Sekum) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Mu'ti menyatakan keprihatinannya, atas kasus penembakan di Kantor Pusat Majelis Ulama Indonesia, Jalan Proklamasi, Jakarta, Selasa (2/5) siang.

Mu'ti yang pernah menjadi bagian dari anggota Dewan Indonesia dan Amerika Serikat pada agama dan pluralisme, menyebut aksi tersebut sebagai tindakan yang keterlaluan.

"Polisi harus mengungkap motif aksi tersebut. Sekalipun pelaku meninggal di tempat kejadian," kata Mu'ti dalam pesan aplikasi yang diterima redaksi, Selasa (2/5).

Kepada mereka yang terluka, Mu'ti mendoakan, agar mendapatkan perawatan medis yang terbaik, diberikan kesabaran, dan sehat seperti sediakala.

Baca juga : DPR Sebut Penembakan Kantor MUI Sebagai Aksi Teror, Usut Rekam Jejak Pelaku Sampai Ke Akar

"Masyarakat, khususnya umat Islam, hendaknya tetap tenang. Jangan terpengaruh provokasi yang bisa menimbulkan kepanikan publik. Kita serahkan proses selanjutnya kepada aparatur keamanan," pungkas Mu'ti.

Kronologi Kejadian

Insiden penembakan ini berawal dari kedatangan pria berinisial M (60), yang datang ke Kantor Pusat MUI pada Selasa (2/5) pukul 11.24 WIB. Dia ingin bertemu dengan Ketua MUI.

Saat petugas pengamanan Kantor MUI Pusat menanyakan maksud dan tujuan, pria itu tiba-tiba mengeluarkan senjata yang diduga jenis airsoft gun, dan menembak pintu kaca. 

Baca juga : Yaqut Kecam Penembakan Di MUI, Yakin Polri Tangani Dengan Profesional

Usai menembak, pria tersebut sempat dikejar pihak keamanan Kantor Pusat MUI, lalu pingsan. Setelah itu, dia dibawa ke Puskesmas Menteng. Tak lama, pelaku meninggal dunia. 

Dua resepsionis Kantor Pusat MUI, menjadi korban luka-luka. Satu orang mengalami luka-luka akibat pecahan kaca di tangan bagian kanan, satu lagi kena luka tembak di bagian punggung.

Saat ini, kedua resepsionis tersebut menjalani perawatan di RS Agung, Manggarai, Jakarta.

Autopsi

Baca juga : Mudik Lancar, Muhammadiyah: Polri Berkerja Serius Berikan Pelayanan Terbaik

Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto memastikan, pelaku penembakan Kantor Pusat MUI berdomisili KTP di Lampung.

Terkait hal tersebut, Karyoto mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polda Lampung untuk mencari tahu latar belakang pelaku.

Terhadap jenazah pelaku, polisi akan melakukan autopsi untuk mengetahui ada tidaknya penyakit penyerta. Hingga saat ini, belum dapat dipastikan, apakah pelaku meninggal karena tertembak atau karena penyakit bawaan.

"Kita akan autopsi penyebabnya, apakah ada penyakit dan lain-lain, masih belum bisa disimpulkan. Luka penembakan harus kita periksa. Begitu juga latar belakang yang bersangkutan," papar Karyoto. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.