Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
Sebelumnya
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyebut, anggaran kesehatan memang turun dibandingkan 2020. Sebab, anggaran tahun ini sebagian digunakan untuk belanja yang sekali jadi seperti peningkatan kapasitas rumah sakit hingga penyediaan tes swab. “Tapi jumlahnya jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2019,” kata Sri Mulyani, belum lama ini.
Baca juga : KPK Sita Dokumen Terkait Korupsi Infrastruktur Di Banjar
Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Fadhil Hasan mengatakan, dengan melihat postur APBN 2021, pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan pemerintah sebesar 5 persen tidak akan tercapai. Sebab, prioritas yang tercermin dalam rancangan anggaran tersebut tidak tepat.
Baca juga : Angkasa Pura I Pastikan Protokol Kesehatan Bandara Saat Libur Nataru
Menurut dia, prioritas anggaran seharusnya diberikan pada kesehatan dan pemulihan ekonomi bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Ada tiga agenda prioritas yang seharusnya dilakukan pemerintah yakni investasi di sektor kesehatan publik, ekonomi digital dalam peningkatan usaha UMKM dan upaya mengatasi pengangguran. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya