Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Rem Mobilitas Warga
Tempat Wisata Di Jakarta Mesti Ditutup Saat Nataru
Senin, 1 November 2021 07:05 WIB
Sebelumnya
“Misalnya untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS), turunkan saja jabatannya. Kalau hanya teguran lisan dan denda administrasi tidak akan efektif,” ucap Trubus.
Momen Potensial
Ketua Umum Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies atau Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), Nunung Rusmiati menilai, akhir tahun menjadi momentum potensial bergeraknya pasar wisata domestik. Dia menyesalkan penghapusan cuti Nataru.
“Kami menyesalkannya dalam arti positif. Kami tahu Pemerintah ingin menekan Covid-19. Tapi ini sudah dua tahun. Kami paham parameternya yakni prokes. Tapi, mari bersama-sama memulihkan pariwisata,” katanya.
Baca juga : Menkominfo Minta Warga Tetap Disiplin Prokes Di Angkutan Umum
Nunung memastikan industri pariwisata, khususnya agen perjalanan, telah berusaha untuk menerapkan prokes ketat. Selain itu, memvaksinasi para pekerjanya serta memenuhi syarat CHSE atau Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan) yang diwajibkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Menurutnya, penghapusan cuti bersama kontradiktif dengan kepedulian Pemerintah untuk segera memulihkan sektor pariwisata.
Baca juga : Akhirnya, Anies Dengerin Suara Sahabat Setia
Nunung menuturkan, pemulihan sektor pariwisata perlu dilakukan untuk pemulihan ekonomi. Diharapkannya, Pemerintah bisa melihat negara lain.
“Contoh Malaysia, dari awal terapkan lockdown, sekarang jalan saja. Turki juga begitu, sudah dibuka dari September tahun lalu, jalan saja. Kami paham rem dan gas memang berproses. Tapi mungkin kita bisa mulai pelan-pelan ngegas. Masyarakat juga sudah bosan dengan ini,” ungkapnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya